Sumber energi penciptaan dalam diri kita terletak di kedalaman jiwa
kita, yaitu sebuah wilayah kecil yang harus senantiasa terjaga ketat, itulah
yang ingin saya sebut sebagai wilayah kegembiraan. Di sana tersimpan energi
jiwa yang sangat dahsyat, itulah optimisme.
Optimisme adalah buah dari harapan. Dan harapan, kata Rasulullah saw
adalah rahmat Allah SWT pada umatku. Jika bukan karena harapan, kata beliau
lagi, niscaya takkan ada orang yang mau menanam pohon dan takkan ada ibu yang
mau menyusui anaknya.
Optimisme adalah harapan yang matang, keyakinan dan kepercayaan pada
waktu, atau tepatnya pada masa depan, yang menjelma jadi energi jiwa yang
dahsyat. Dari sana para pahlawan mukmin sejati menemukan dorongan jiwa yang tak
pernah habis, untuk terus bekerja dan bekerja, berkarya dan berkarya lagi. Optimisme
adalah gelora jiwa, tetapi riak dan gelombangnya adalah kegembiraan.
Akan tetapi, tantangan yang paling berat bagi para pahlawan adalah saat
mereka kehabisan energi tersebut, kehabisan optimisme, dan kehilangan
kegembiraan jiwa. Disitulah waktu menjadi sangat mencekam, karena mereka harus
melaluinya tanpa gairah.



