Showing posts with label Rasulullah saw. Show all posts
Showing posts with label Rasulullah saw. Show all posts

Saturday, April 4, 2020

Mekanisme Otomatis

Mekanisme Otomatis





Adalah Maxwell Maltz, M.D.,F.I.C.S. dalam bukunya yang berjudul Psycho- Cybernetics yang telah terjual lebih dari 100 juta buku, menjelaskan suatu konsep yang disebut mekanisme otomatis yang tediri dari dua bagian yaitu Mekanisme Sukses Otomatis dan Mekanisme Gagal Otomatis. Hanya salah satu dari mekanisme ini akan bekerja pada diri kita. Sehingga saya yakin Anda akan bertanya, mekanisme mana yang bekerja pada diri Anda?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda perlu memeriksa pikiran Anda, jika pikiran Anda positif maka Mekanisme Sukses Otomatis yang bekerja pada diri Anda, sebaliknya jika pikiran negatif maka Mekanisme Gagal Otomatis yang bekerja pada diri Anda. Anda tidak perlu cemas, Anda bisa menentukan apakah yang bekerja pada diri Anda mekanisme gagal atau sukses, karena Anda bisa memilih dengan sadar mekanisme mana yang akan bekerja.

Kuncinya adalah kesadaran, jika Anda tidak menyadarinya, maka bisa jadi Anda selama ini memicu mekanisme gagal otomatis yang bekerja pada diri Anda. 

Saya menganalogikan bahwa dari diri kita ada yang disebut panglima, komandan, dan prajurit. Prajurit hanya akan bekerja sesuai dengan perintah komandan, prajurit yang baik akan mendengarkan dan mematuhi semua yang diperintahkan oleh komandan. Jika komandan mengatakan bertempur, maka tanpa pertanyaan, prajurit akan melakukan, sebaliknya jika komandan mengatakan mundur maka prajurit pun akan mundur. Sementara komandan memberikan perintah kepada prajurit atas arahan atau perintah dari sang panglima.

Thursday, July 27, 2017

Keterbatasan

Pahlawan bukanlah manusia super. la tidak bisa menjadi segalanya, juga tidak dapat melakukan semuanya. Akan tetapi, inilah perkara mentalitas yang paling rumit yang dirasakan setiap pahlawan; menyadari dan menerima dengan lapang dada keterbatasan dirinya.

Mungkin itu salah satu sebabnya Rasulullah saw mengeluarkan sebuah sabda yang menyejukkan dada mereka, "Allah akan merahmati seseorang yang mengetahui kadar kemampuan dirinya." Bukan hal yang mudah untuk menyadari dua hal yang antagonis; kehebatan dan keterbatasan, kebanggaan dan kerendahan hati.


Itulah yang dialami Jenderal Mc.Arthur. Lelaki gagah berani dan ahli strategi ini adalah pahlawan perang terbesar dalam sejarah Amerika. Dialah panglima perang Amerika yang memenangkan hampir semua pertempuran di kawasan pasifik, termasuk penaklukan Jepang, selama tahun-tahun panjang Perang Dunia Kedua. Walaupun sempat menderita beberapa kekalahan, khususnya pada beberapa pertempuran di semenanjung Korea saat menghadapi aliansi Korea Utara, China, dan Uni Soviet, tetapi semua itu tidak mengurangi kebesarannya.

Wednesday, July 19, 2017

Kepahlawanan Kolektif

Ada satu kesalahan yang sering kita lakukan ketika membaca biografi para pahlawan. Kita selalu membayangkan bahwa para pahlawan itu relative berbeda dengan orang-orang biasa. Bayangan itu tidak sepenuhnya salah. Namun, biasanya anggapan itu menjadi salah ketika sebuah karya sejarah kemudian dinisbatkan secara latah kepada satu orang pahlawan, padahal sebenarnya pahlawan yang kita elu-elukan itu mungkin hanya memberikan sentuhan akhir.



Dalam pembacaan seperti ini, ada banyak peran dan pelaku sejarah yang terlupakan, atau mengalami semacam marginalisasi sejarah. Misalnya, ketika kita menempatkan Shalahuddin al-Ayyubi sebagai tokoh kunci, yang relatif bersifat tunggal, dalam menghadapi Pasukan Salib. Padahal, Pasukan Salib telah menguasai Al-Quds selama sekitar 90 tahun, dan sepanjang tahun-tahun itu ada banyak perlawanan di sana sini. Ada banyak gerakan dakwah dan penyadaran sosial, ada banyak tokoh yang turut mengkondisikan situasi kemenangan, yang kemudian diselesaikan secara gemilang oleh Sholahuddin Al-Ayyubi. Yang disebut terakhir ini bahkan sebenarnya berasal dari Pasukan Mahmud Nuruddin Zanki, yang menguasai wilayah Syam, sebelum kemudian pindah ke Mesir dan memulai segalanya dari sana. Jadi, kemenangan dalam Perang Salib adalah karya beberapa generasi, bukan karya Sholahuddin Al-Ayyubi sendiri.

Perang `Ain Jalut yang melegendakan Muzaffar Quthuz karena berhasil merontokkan sekaligus menghancurkan serangan Pasukan Tartar, juga didahului oleh prakondisi sosial politik, yang memungkinkan kemenangan itu diraih. Ada ulama seberani Izzuddin bin Abdissalam yang mengkondisikan masyarakat Syam sebelum kemudian bergabung dengan pasukan Islam di Mesir dalam menghadapi Tartar. Beliau memang memenangkan pertempuran itu. Itu bukan hanya karya pribadinya. Itu merupakan karya bersama beberapa generasi.