Para pahlawan mengajarkan sebuah kaidah kepada kita; seseorang hanya akan menjadi besar dan meledak sebagai pahlawan, jika ia bekerja secara optimal pada kompetensi intinya. Sebab, pekerjaan-pekerjaan yang kita tuntaskan yang kemudian membuat kita dicatat sebagai pahlawan, akan dijadikan mudah oleh Allah SWT karena la memang meyiapkan kita untuk pekerjaan itu.
Akan tetapi, sebenarnya tidak ada manusia yang dapat menemukan seluruh potensi yang terpendam dalam dirinya sekaligus. Seperti tambang yang tersembunyi di perut bumi, setiap kita membutuhkan waktu yang panjang untuk mengeksplorasi, menemukan, baru kemudian menggali dan mengeksploitasinya.
Sebelum diakhiri oleh kematian, setiap potensi yang kita temukan dalam diri kita tidak pernah bersifat final. Yang bisa kita lakukan adalah membuat model-model analog, misalnya peta, yang dapat menghampiri gambaran keseluruhan potensi diri kita. Karena itu, pencarian tidak boleh berhenti. Proses pemotretan dan pemetaan harus terus berlanjut. Kita hanya harus memastikan, bahwa semua potensi yang telah kita temukan langsung terpakai secara maksimal. Inilah konsep yang disebut sebagai pengenalan berkesinambungan.
Namun, di sini muncul sebuah pertanyaan,
"Bagaimana cara mengetahui, pada akhirnya bahwa inilah kompetensi inti kita, atau bahwa inilah pusat keunggulan kita?"
