Para pahlawan mukmin sejati menyimpan kelembutan di dalam hatinya: yang
membuat nuraninya senantiasa bergetar setiap kali ia menyaksikan berbagai
peristiwa kehidupan yang mengharu biru; yang membuat semangatnya menggelora
setiap kali ia menghadapi tantangan dan panggilan kepahlawanan; yang membuat
kesedihannya menyayat jiwa setiap kali ia menyaksikan kezaliman, kepapaan dan
kenestapaan; yang membuat kerinduannya mendayu-dayu setiap kali ia diingatkan
pada cita-citanya.
Kelembutan jiwa membuat para pahlawan mukmin sejati senantiasa terpaut
dalam pusaran kehidupan, terlibat di kedalaman batinnya, merasakan sentuhan alam,
mendengar jeritan nurani kemanusiaan, dan memahami harapan-harapannya. Itulah
sebabnya mereka selalu terjalin secara emosional dengan kehidupan yang mereka
lalui. Mereka merasakan setiap detik dari perjalanan hidup mereka.
Intinya, kelembutan jiwa memberikan mereka kemampuan mengapresiasi
kehidupan secara baik dan intens. Inilah, agaknya, rahasia yang menjelaskan sebuah
fenomena yang unik, yaitu hubungan yang intens antara para pahlawan mukmin
sejati dengan puisi dan sastra secara umum.
