Showing posts with label Imam Syafi'i. Show all posts
Showing posts with label Imam Syafi'i. Show all posts

Saturday, July 22, 2017

Pewarisan

Meskipun biasanya para pahlawan muncul dari keluarga pahlawan, tetapi selalu ada pengecualian. Kepahlawanan ternyata tidak selalu terwariskan kepada anak cucu. Sebab, ada kaidah lain, yaitu kaidah pergiliran, atau yang dalam AI-Qur'an disebut dengan istilah "mudawalah".


Allah SWT memberikan kemenangan dan kekalahan kepada setiap bangsa secara bergiliran. Demikian juga dalam sejarah setiap bangsa, masing-masing suku mendapat giliran. Dan dalam setiap suku masing-masing keluarga mendapatkan gilirannya. Kaidah mudawalah ini pula yang menjelaskan mengapa keluarga para pahlawan mengalami proses jatuh bangun dalam sejarah mereka.

Namun, sesungguhnya di sini juga tersimpan rahasia keadilan Allah SWT. Bukankah akan tampak tidak adil, jika misalnya Allah SWT telah menciptakan manusia dari berbagai keluarga, suku dan bangsa, tetapi kemudian memberikan kehormatan sebagai pahlawan hanya kepada beberapa keluarga, suku atau bangsa ?

Monday, July 10, 2017

Apresiasi

Para pahlawan mukmin sejati menyimpan kelembutan di dalam hatinya: yang membuat nuraninya senantiasa bergetar setiap kali ia menyaksikan berbagai peristiwa kehidupan yang mengharu biru; yang membuat semangatnya menggelora setiap kali ia menghadapi tantangan dan panggilan kepahlawanan; yang membuat kesedihannya menyayat jiwa setiap kali ia menyaksikan kezaliman, kepapaan dan kenestapaan; yang membuat kerinduannya mendayu-dayu setiap kali ia diingatkan pada cita-citanya.

Kelembutan jiwa membuat para pahlawan mukmin sejati senantiasa terpaut dalam pusaran kehidupan, terlibat di kedalaman batinnya, merasakan sentuhan alam, mendengar jeritan nurani kemanusiaan, dan memahami harapan-harapannya. Itulah sebabnya mereka selalu terjalin secara emosional dengan kehidupan yang mereka lalui. Mereka merasakan setiap detik dari perjalanan hidup mereka.



Intinya, kelembutan jiwa memberikan mereka kemampuan mengapresiasi kehidupan secara baik dan intens. Inilah, agaknya, rahasia yang menjelaskan sebuah fenomena yang unik, yaitu hubungan yang intens antara para pahlawan mukmin sejati dengan puisi dan sastra secara umum.