Monday, July 10, 2017

Pahlawan Melankolik

Kemanjaan. Itu sifat yang natural yang banyak ditemukan dalam kehidupan pribadi pahlawan mukmin sejati. Akan tetapi, itu berbeda dengan sifat melankolik, semacam kelemahan emosional yang membuat seorang pahlawan terkalahkan oleh dorongan-dorongan emosinya, seperti cinta dan benci, yang setiap saat dapat mengalihkan arah hidupnya. Di sini, cinta itu tidak menjadi sumber energi jiwa, tetapi berubah menjadi beban yang boleh jadi dapat mencabut karunia kepahlawanan yang telah disiapkan untuknya.



Tampaknya inilah rahasia besar di balik peringatan Allah SWT dalam Al-Quran, bahwa istri, anak-anak, orang tua, atau siapa saja yang kita cintai, setiap saat dapat menjadi musuh bagi kita. Mungkin, bukan dalam bentuk permusuhan langsung, tetapi bisa juga dalam bentuk cinta yang berlebihan, yang berkembang sedemikian rupa menjadi ketergantungan jiwa.

Cinta seperti itu pasti tidak akan menjadi sumber energi dan kekuatan jiwa. la akan menjadi sumber kecemasan dan ketakutan. Kecantikan sang istri akan berubah menjadi ancaman yang membuat kita ngeri membayangkan perpisahan. Tidak akan pernah ada karya besar yang lahir dari jiwa yang tergantung pada emosi-emosinya sendiri, yang takluk pada perasaanperasaannya sendiri, walaupun itu bernama cinta.

Saturday, July 1, 2017

Kemanjaan

Jika kita hanya membaca biografi pahlawan, atau mendengar cerita kepahlawanan dari seseorang yang belum pernah kita lihat, barangkali imajinasi yang tersusun dalam benak kita tentang pahlawan itu akan berbeda dengan kenyataannya. Itu berlaku untuk lukisan fisiknya, juga untuk lukisan emosionalnya.

Abul Hasan Ali Al-Hasani Al-Nadwi, yang tinggal di anak Benua India, telah membaca tulisan-tulisan Sayyid Quthub, yang tinggal di Mesir. Tulisan-tulisannya memuat gagasan-gagasan yang kuat, solid, atraktif, berani, dan terasa sangat keras. Barangkali bukan merupakan suatu kesalahan, bila dengan tanpa alasan kita membuat korelasi antara tulisan-tulisan itu dengan postur tubuh Sayyid Quthub. Penulisnya, seperti juga tulisannya, pastilah seorang laki-laki bertubuh kekar, tinggi, dan besar. Itulah kesan yang terbentuk dalam benak Al-Nadwi. Akan tetapi, ketika ia berkunjung ke Mesir, ternyata ia menemukan seorang laki-laki dengan perawakan yang kurus, ceking, dan jelas tidak kekar.



Begitu juga dengan potret emosi seorang pahlawan Kadang-kadang, ketegaran dan keberanian para pahlawan membuat kita berpikir bahwa mereka sama sekali tidak mempunyai sisi-sisi lain dalam dirinya, yang lebih mirip dengan sisi-sisi kepribadian orang-orang biasa. Misalnya, kebutuhan akan kemanjaan.

Umar Bin Khattab mengajar sesuatu yang lain, ketika beliau mengatakan, "Jadilah engkau seperti seorang bocah di depan istrimu." Laki-laki dengan postur tubuh yang tinggi, besar, putih, dan botak itu, yang dikenal keras, tegas, berani, dan tegar, ternyata senang bersikap manja di depan istrinya.

Thursday, June 15, 2017

Setelah Legenda

Ahmad Syah Masoud. Singa Lembah Panshir itu adalah legenda yang tak terlupakan dalam sejarah jihad di Afghanistan. Ada banyak bintang di langit jihad Afghanistan saat para mujahidin yang papa mengusir Pasukan Beruang Merah Uni Soviet dari negeri mereka, atau bahkan menjadi sebab keruntuhan imperium itu beberapa tahun kemudian, tetapi bintang Ahmad Syah Masoud, mungkin yang paling terang di antara semua bintang.



Ketika beliau syahid beberapa waktu lalu, dipenggalan terakhir dari pemerintahan Taliban, atau sebelum invasi Amerika ke bumi jihad itu, kita semua mempunyai alasan untuk menitikkan air mata kesedihan. Sekali lagi, kesedihan. Sebagaimana kesedihan yang dirasakan wanita-wanita Madinah ketika mereka mendengar berita kematian Khalid bin Walid di Syam. Sebab, orang-orang seperti mereka itu memang layak ditangisi. Sebab, tidak banyak wanita yang bisa melahirkan laki-laki seperti mereka.

Akan tetapi, disini terdapat sebuah petuah: bahwa legenda kepahlawanan boleh jadi sudah tertulis, sebelum pahlawannya sendiri mati; bahwa pahlawan itu telah mencapai puncak karyanya, sebelum ia mati. Sebab, kepahlawanan bukanlah puncak karya yang ditulis sepanjang hayat. la ditulis hanya sesaat dalam hidup, tidak terlalu lama, tetapi maknanya melampaui usia kita, atau bahkan generasi kita, atau bahkan beberapa generasi kemudian.

Seni Ketidakmungkinan

Sejarah kepahlawanan tidaklah ditulis dengan mulus. Para pahlawan mukmin sejati tidak selalu menghadapi situasi dan peristiwa yang mereka inginkan. Kita mungkin akan lebih kuat apabila situasi dan peristiwa yang tidak kita inginkan itu sudah kita duga sebelumnya, sehingga ada waktu yang memadai untuk melakukan antisipasi.

Akan tetapi, apa yang akan dilakukan para pahlawan mukmin sejati apabila mereka menghadapi situasi dan peristiwa yang tidak mereka inginkan dan tanpa mereka duga sebelumnya ? Ini jelas berbeda dengan situasi sebelumnya. Di sana kita mempunyai waktu yang memadai untuk melakukan antisipasi, tetapi di sini kita tidak mempunyai waktu itu. 



Di sana secara psikologis kita akan lebih siap, tetapi di sini kita tidak terlalu siap. Namun, saat-saat seperti ini akan selalu terulang dalam kehidupan para pahlawan mukmin sejati. Saat-saat seperti ini merupakan saat-saat paling rumit dalam hidup mereka. Dan inilah salah satu momentum kepahlawanan dalam hidup mereka.