Tiga komandan pasukan dalam Perang Mu'tah itu berguguran sebagai
syuhada, Zaid Bin Haritsah, Ja'far Bin Abi Thalib, dan Abdullah Bin Rawahah. Pasukan
muslim yang berjumlah sekitar 3000 orang memang tampak tidak seimbang ketika
harus berhadapan dengan 200.000 orang dari Pasukan Romawi yang dipimpin
langsung oleh raja mereka, Heraclius.
Kelihatannya, Rasulullah saw sudah meramalkan kejadian itu. Maka, beliau
berpesan kepada pasukan ini, apabila ketiga komandan mereka gugur, maka mereka harus
memilih seorang komandan baru di antara mereka. Dan yang dipilih oleh kaum
muslimin ketika itu adalah Khalid Bin Walid.
Akan tetapi, apakah yang kemudian dilakukan Khalid Bin Walid ? Beliau
justru menarik mundur pasukannya ke Madinah. Penduduk Madinah tidak dapat
memahami strategi ini. Maka, anak-anak mereka melempari Pasukan Khalid, karena
menganggap mereka pengecut dan meninggalkan peperangan. Namun, Rasulullah saw
justru memberi gelar kepada Khalid sebagai "Saefullah al-Maslul"
(Pedang Allah yang Senantiasa Terhunus).



